Kisah Amir Hasan, Nabung Sejak SMP demi Naik Haji

Jakarta – Amir Hasan menjadi salah satu calon jemaah haji termuda sejauh ini di Embarkasi Medan, Sumatera Utara (Sumut). Pemuda 20 tahun asal Kabupaten Padang Lawas, Sumut, ini sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk pergi ke Tanah Suci.

Tergabung di Kloter 5, Amir tiba di Embarkasi Medan sekitar pukul 11.00 WIB, Senin (31/7/2017). Untuk diketahui, jumlah calon jemaah haji asal Padang Lawas yang tiba sebanyak 393 orang.

Amir berangkat haji bersama ibunya, Masdiana (56). Sejak duduk di bangku SMP, Amir sudah berkeinginan menunaikan ibadah haji. Dengan keinginannya itu, anak keenam dari tujuh bersaudara ini kemudian mulai menabung.

Nabung sejak SMP. Uang jajan disisihkan untuk ditabung,” kata Amir saat berbincang di Embarkasi Medan.

Ia mengatakan uang tabungannya itu disimpan melalui orang tuanya. Amir dan ibunya kemudian mendaftarkan diri untuk menjadi calon jemaah haji.

“Berkeinginan naik haji dari hati. Kalau sudah tua kan agak susah,” ujarnya.

Setelah tamat SMA, Amir kemudian bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pipa di Riau. Dia sudah 2 tahun bekerja di sana. Gajinya tetap disisihkan untuk ditabung.

“Kalau dulu sewaktu SMP nabung sekitar Rp 300 ribu. Kalau sekarang sudah kerja Rp 500 ribu. Untuk pergi haji ini biayanya ditambah sama orang tua. Ayah sopir dan ibu berjualan nasi,” terangnya.

Amir berharap dirinya menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya. Setelah itu, ia juga berkeinginan untuk kuliah sambil bekerja.

“Dia (Amir) pengin ikut (haji). Kemudian 2011 saya daftar. Hari ini sampai (di Embarkasi Medan) dan rencananya besok berangkat (ke Tanah Suci),” ujar Masdiana.

Dari tujuh bersaudara, Amir merupakan satu-satunya anak yang berkeinginan naik haji.

“Anak saya semuanya sudah saya tanya untuk naik haji, tapi yang ingin berangkat haji cuma dia ini (Amir). Kalau ayahnya belum mau,” terang Masdiana.

Kisah Amir Hasan, Nabung Sejak SMP Demi Naik Haji
Amir Hasan (Jefris/detikcom)

Ia menceritakan Amir merupakan anak yang berprestasi saat di sekolah dengan mendapat beasiswa. Kesehariannya, Amir juga membantu ibunya berjualan di warung nasi.

“Sepulangnya nanti dia kalau bisa kuliah. Doa saya, semoga dia (Amir) dapat pacar yang baik,” kata Masdiana sambil tersenyum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *