CARA CEGAH DEHIDRASI SAAT CUACA EKSTREM DI TANAH SUCI

Pada umumnya cuaca di Arab Saudi memang panas. Namun, di sekitar bulan Juli sampai September setiap tahunnya Arab Saudi berada di cuaca yang panas-panasnya, jadi siapa pun yang ada di sana saat waktu tersebut, harus betul-betul menjaga diri. Terutama bagi jamaah haji dari negara-negara yang memiliki cuaca sangat berbeda dengan Arab Saudi, seperti Indonesia.

Arab Saudi yang merupakan daerah kering atau memiliki kelembaban udara rendah memang akan menyebabkan tubuh lebih cepat kehilangan cairan tubuh, apalagi di musim panas. Musim panas membuat proses penguapan cairan dari dalam tubuh terjadi dalam waktu yang lebih cepat. Tubuh yang kehilangan cairan tersebut yang kita kenal sebagai dehidrasi. Hal ini diperparah oleh kebiasaan jamaah haji yang hanya minum ketika merasa haus saja. Padahal, minum secara rutin dan sering meski tidak haus dapat menjaga kecukupan cairan tubuh dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi sendiri dapat menyebabkan heat exhaution yang kalau semakin parah bisa mengakibatkan heat stroke atau sengatan panas.

Untuk itu buat kamu yang akan ke tanah suci, maka sebaiknya lebih mempersiapkan diri dan memiliki kesadaran tentang pentingnya minum air putih secara rutin dan sering. Air zam-zam dapat diminum oleh jamaah haji untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuhnya. Oralit atau minuman isotonik juga bisa menjadi minuman tambahan sebagai pencegah dehidrasi. Selain itu, perlu juga untuk mengetahui seperti apa tanda-tanda saat tubuh kekurangan cairan. Dengan begitu, jamaah haji dapat mengatasinya dengan sigap kalau hal itu terjadi pada diri sendiri maupun teman serombongan. Adapun tanda tersebut diantaranya urin berwarna coklat pekat seperti air teh.

Minum air putih maupun air zam-zam dan minuman isotonik secara rutin dan teratur saat menjalankan ibadah haji memang sangat penting. Tubuh tetap terhidrasi merupakan faktor penting dalam kesehatan haji. Selain untuk mencegah dehidrasi, menjaga tubuh tetap terhidrasi juga dilakukan demi mencegah sakit tenggorokan dan batuk.

Meski jika dalam kehidupan sehari-hari sakit tenggorokan dan batuk sering dianggap sebagai sakit ringan, namun tentu berbeda jika sakit tersebut dialami di tanah suci. Sakit yang umumnya dianggap ringan itu akan sangat mengganggu kenyamanan jamaah dalam menjalankan ibadah hajinya sehingga berimbas pada kekhusukkan menunaikan ibadah haji. Maka, segala persiapan untuk menghadapi tantangan cuaca di tanah suci sangat diperlukan. Segala bekal yang diperlukan harus dipersiapkan. Selain air minum dan oralit, jamaah juga disarankan untuk membawa multivitamin dan segala obat-obatan yang diperlukan. Jadi, kesehatan tubuh bisa tetap terkontrol meskipun cuaca lagi panas-panasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *